Foto Studio di Papyruz Jogja,Rame-Rame Harga Lebih Ok...! "

Mengabadikan kenangan bareng keluarga dan teman lewat foto adalah satu hal yang tidak pernah terlupakan. Hasil Foto Studio di Papyruz Jogja......

Rhesus Negatif Indonesia dan Seputar Darah Langka "

Rhesus Negatif Indonesia (RNI) merupakan suatu komunitas non profit yang dibentuk karena kesamaan darah rhesus negatif...

Jumat, 29 Juli 2022

MBS Jetis, Sekolah Entrepreneur di Ponorogo




Novarisma Dee - Sahabat Blogger kalian pernah mendengar kata MBS belum? yaa mungkin banyak dari kalian yang mendengar kata MBS tertuju pada MBS Jogja. MBS singkatan dari Muhammadiyah Boarding School. Dimana MBS merupakan lembaga pondok pesantren di bawah persyarikatan Muhammadiyah. Namun, kali ini kita tidak akan bahas MBS Jogja, tapi MBS Jetis yang terletak di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

MBS Jetis, atau memiliki nama lengkap lembaga Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School Jetis terletak di Jl. Jendral Sudirman No.72 Jetis Ponorogo, Jawa Timur. MBS Jetis berdiri pada tahun 2016, dan pada tahun 2022 telah memiliki alumni pertama. MBS Jetis merancang pembelajaran 6 tahun, yaitu jenjang SMP dan jenjang MA, dan seluruh siswa berada full di asrama atau di pondok pesantren.

MBS Jetis memiliki slogan atau tagline Entrepreneur and Leadership Building, sehingga lembaga ini merancang kegiatan pembelajaran berbasis kewirausahaan dan kepemimpinan. Adapun kegiatan kewirausahaan yang dirancang masuk pada kegiatan Ekstrakurikuler Tata Boga kemudian dipraktikkan berjualan di kegiatan Pengajian Rutin Ahad Pagi "Embun Pagi". Tidak hanya itu, para santri juga dibekali keterampilan seperti menganyam dan kegiatan kerajinan yang lain, yang diharapkan dapat menambah soft skill siswa untuk bisa bersaing di masyarakat nantinya. 

Pada kegiatan siswa akhir pun dirancang kunjungan kewirausahaan, dimana kunjungan ini siswa dapat belajar langsung pada ahlinya dan dapat melihat langsung jenis usaha di luar lingkungan sekolah. Salah satunya, Kunjungan Ekowisata di Ndalem Kerto, dimana ini adalah wisata edukasi tentang Budidaya Jambu Kristal. Dari sini siswa dapat memperoleh ilmu langsung dari para pelaku wirausaha, dan mengetahui bagaimana teknik menambah nilai jual barang yang terlihat biasa menjadi memiliki nilai jual yang tinggi.

Dok pribadi : Foto bersama siswa dan guru MBS bersama pemilik Budidaya Jambu Krital

Dok pribadi : Siswa melakukan tinjauan lapangan

Dok pribadi : Siswa belajar teknik mencangkok

Dok Pribadi : Pemilik Budidaya Jambu Kristal sedang menjelaskan teknik mencangkok

Dok pribadi : Serasehan dan Sharing Ilmu

Harapannya alumni MBS Jetis siap berkontribusi dan bersaing di masyarakat luas. Dan dengan usia MBS Jetis yang tergolong masih muda, semoga MBS Jetis semakin dikenal oleh khalayak masyarakat luas, dan ini sebagai bukti bahwa anak pondok pesantren juga memiliki kemampuan yang unggul, baik kemampuan agama, kemampuan sains dan kemampuan berwirausaha.




Untuk informasi MBS Jetis bisa datang langsung ke alamat :
Jl. Jendral Sudirman No.72 Jetis Ponorogo
Link maps : https://bit.ly/3SelpEU
No. WA : 081217364408


 

Selasa, 01 Oktober 2019

MATERI : FUNGSI DAN PERAN SOSIOLOGI (X GANJIL)


Novarisma Dee_ Pada awal pertemuan Sosiologi di kelas X kalian akan mempelajari tentang pengantar Sosiologi. Berbagai kajian yang akan dibahas di Sosiologi diulas dalam BAB Fungsi dan Peran Sosiologi.

Realitas Sosial di lingkungan sekolah


Berikut link materi pada BAB Fungsi dan Peran Sosiologi Fungsi dan Peran Sosiologi

MATERI : KELOMPOK SOSIAL (XI GANJIL)



Novarisma Dee_  Kelompok sosial menjadi salah satu topik pembelajaran Sosiologi yang dipelajari di kelas XI Semester Ganjil.


Kelompok MGMP Sosiologi Kota Malang


Berikut link materi yang dapat diunduh Kelompok Sosial Materi

Kamis, 19 September 2019

Ponorogo : Cerita Budaya, Agama dan Modernitas


Novarisma Dee_ Hening dan sunyi Kota Ponorogo. Kota ini damai dan santun, ramah dan menjunjung tinggi etika bagi setiap orang yang tinggal di dalamnya. Religius karena banyak pesantrennya dan tradisional karena budayanya. Kadang semuanya membaur menjadi satu peradaban. Hidup berdampingan penuh toleran. Tradisi budaya berbau magis dan mistis. Beberapa tempat dijadikan keramat, benda antik dipelihara dan dipuja, orang sakti mengalahkan segalanya, dukun, sesepuh dan orang pintar didatangi, pawang hujan pun tidak pernah absen dari perhelatan hajat besar di Kota Reog ini. Ini peradaban yang kuat sampai era-90 an.

Hal berbalik juga terjadi, banyak pesantren berdiri di kota ini. Santri pun datang dari pelosok negeri. Kota ini pun juga mendapat julukan kota santri.

Disinilah sesungguhnya toleransi dimulai. Agama bukan suatu alat untuk memperdaya, namun kiblat setiap muslim berbenah. Agama tetap agama, budaya tetap budaya, keduanya berjalan tanpa ada perdebatan panjang. Magis dan mistis mulai tergerus oleh zaman, dukun dan orang pintar tidak banyak yang meneruskan. Namun, bukan berarti budaya tidak berjalan. Budaya tetap berjalan, 'Grebeg Suro' adalah hajat besar masyarakat Ponorogo, diawali dari festival Reog, pasar rakyat dan pasar malam, menyucikan keris pusaka, larung sesajen di Telaga Ngebel dan ditutup dengan kirap pusaka. Kekuatan magis diikutsertakan, 'Pawang Hujan' terutama, ia menjadi tokoh utama kesuksesan acara. Namun, bagaimana dengan turunnya hujan di kirap budaya pada dua tahun belakangan? apakah unsur magis sudah tiada?

Ini adalah kisah panjang masa lalu dan sekarang.

Dulu kekuatan magis memang masih kental, itu cerita dan kononnya. Dan sekarang pun mungkin masih ada dan dipercaya, meskipun sedikit hilang tergerus waktu, namun yang terpenting budaya ini masih terjaga. Masyarakat tetap dengan pedoman agamanya, dan masih menjunjung budayanya. 'Grebeg Suro' seolah hiburan untuk rakyat yang melegenda di setiap tahunnya. Kirap pusaka menjadi tontonan gratis, masyarakat berkumpul memadati pusat kota. Kota ini penuh sesak oleh setiap warga yang akan menyaksikannya. Kapan lagi kota ini akan ramai, jika bukan karena 'Grebeg Suro' dan 'Lebaran' tiba? Inilah faktanya, Budaya dan Agama menjadi dua alasan akan keramaian kota. Selebihnya kembali hening dan sepi.

Kembali hening dan sepi bukan berarti mati. Kota ini tetap ramai di sudut pedesaan, di pasar tradisional dan di persawahan. Indah dan bersinergi, tradisional namun bersemangat. Kini sedikit demi sedikit, titik kota menjadi destinasi wisata orang desa. Ketika aktivitas kerja telah usai, mereka dapat menghibur diri, bioskop telah ada di kota ini, pusat perbelanjaan semakin banyak pilihan, tempat ngopi dengan wi-fi pun sudah menjamur dipadati pemuda masa kini. Ternyata di abad ini modernitas telah memperkenalkan diri.

Selamat datang modernitas di kota Reog ini.

Perkenalkan dirimu dengannya, tanpa ada carut marut dengan Budaya dan Agama. Sekarang waktunya menjadi masyarakat yang cerdas. Tetap maju dengan modernitas, tetap menjaga budaya dan kuat dengan agama. Sudah siapkah kalian semua?

Tradisi Kirap Budaya





GLOBALISASI MENURUT SISWA DI SMAIS MALANG


Globalisasi ibarat dunia berwajah banyak, kita bisa menemukan McD di berbagai daerah tanpa harus pergi ke Negara Amerika. Selanjutnya, apa sih Globalisasi menurut siswa SMAIS...

MATERI : GLOBALISASI (XII GANJIL)


Novarisma Dee _ Pada kesempatan ini saya posting beberapa media pembelajaran berupa Power Point tentang Globalisasi. Materi ini sebagai bahan ajar Sosiologi di kelas XII pada semester ganjil. Silahkan diunduh...


Sumber : dok. pribadi, 2016 


DEFINISI GLOBALISASI




KARAKTERISTIK DAN TEORI GLOBALISASI

Senin, 08 April 2019

MATERI : INTEGRASI DAN REINTEGRASI SOSIAL (XI IPS GENAP)


Integrasi merupakan penyatuan individu menjadi satu kesatuan yang utuh. Materi Integrasi yang diperoleh di kelas XI, dapat diunduh pada link google drive di bawah ini. Selamat Belajar.

Integrasi dan Reintegrasi,pptx


Contoh : Integrasi guru SMAI Sabilillah Malang